Tampilkan postingan dengan label pendidikan agama islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan agama islam. Tampilkan semua postingan

Lengkap! Materi Puasa Ramadhan

Pengertian Puasa
Secara bahasa puasa berarti menahan atau mencegah. Menurut istilah, puisi adalah menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa serta mengendalikan diri dari hawa nafsu, mulai dari terbit fajar hingga tenggelamnya matahari.

bacaan niat dan doa puasa ramadhan arab dan latin 

Dalil Puasa Ramadhan
Dalil Al Qur'an yang memerintahkan umat Islam untuk melaksanakan puasa ramadhan antara lain surat al-Baqarah 183.
يَاَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَلا اَيَّامًا مَعْدُوْدَاتٍ.
Artinya:
Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (yaitu) dalam beberapa hari tertentu. (QS. Al Baqarah 183)

Puasa ramadhan disyariatkan pada tahun kedua hijriah. puasa ramadan hukumnya wajib bagi umat Islam. Sebagaimana firman Allah SWT:

وَكُلُواْ وَاشْرَبُواْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّواْ الصِّيَامَ إِلَى الَّليْلِ...

Artinya: 
dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam, ...
(QS. Al-Baqarah: 187)

Cara Menentukan Awal Bulan Ramadhan
Kapankah bulan Ramadhan tiba? Ada beberapa cara untuk mengetahui datangnya bulan Ramadhan, antara lain:
  1. Ru’yatul hilal (melihat bulan yang disaksikan oleh orang yang adil).
  2. Isti’lal (menyempurnakan bulan Sya’ban menjadi 30 hari) apabila cuaca buruk.
  3. Ilmu hisab (ilmu perhitungan).

Niat Puasa Ramadhan
Niat Puasa merupakan salah satu rukun puasa yang tidak boleh ditinggalkan. Puasa tanpa niat berarti tidak sah puasa kita. Berbeda dengan puasa sunah yang dapat melafazkan niat kapan pun, pada puasa Ramadhan kita harus melafazkan niat pada malam hari atau sebelum imsak. 

Ada dua pendapat yang berkaitan dengan niat puasa, yaitu: 
  1. Pertama, niat puasa dilaksanakan (dibaca dalam hati atau dilafazkan) setiap malam pada bulan Ramadhan:
    وَيَجِبُ اَلتَّبْيِيْتُ وَالتَّعْيِيْنُ فِى النِّيَّةِ لِكُلِّ يَوْمٍ
    "Dan diwajibkan menginapkan niat (niat puasa sebelum fajar), dan diwajibkan memperjelas niat (melafalkan niat puasa ramadan , nazar, qodho, atau puasa kifarat). (KH. Asrori Ahmad, Sulam Taufiq, Hal. 88)
  2. Kedua, niat puasa dilaksanakan satu kali niat untuk satu bulan. Untuk menjaga jika suatu hari kita lupa, maka ada baiknya kita melaksanakan niat sekali untuk satu bulan, disamping kita juga melaksanakan niat setiap malam. 
niat puasa ramadhan 1 bulan penuh

Bacaan Niat Puasa Ramadhan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا للهِ تَعَالَى
"Nawaitu shouma ghodin ‘an adaa-I fardhi syahri romadhona hadzihis-sanati fardhol-lillahi ta’aala"
Artinya:
Aku berniat puasa esok hari sebagai kewajiban pada bulan Ramadhan tahun ini fardhu karena Allah ta’ala.

Do’a Buka Puasa

doa buka puasa


اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ اَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
"Allahumma laka sumtu wabika amantu wa’ala rizqika afthortu birokhmatika yaa arkhamar-rokhimin"
Artinya:
Yaa Allah karena-Mu lah aku berpuasa dan kepada-Mu aku beriman dan dengan rezeki-Mu dan rahmat-Mu aku berbuka, wahai Tuhan sebaik-baik pemberi rahmat.

Syarat Wajib Puasa
  1. Beragama Islam
  2. Berakal
  3. Baligh
  4. Mampu mengerjakan puasa
Syarat Sah Puasa
  1. Suci dari haid dan nifas
  2. Pada waktu yang diperbolehkan puasa
Rukun Puasa
  1. Niat, dilakukan malam hari sebelum terbit Fajar.
  2. Menahan diri dari segala yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga tenggelamnya matahari.
Hal-hal yang Membatalkan Puasa
  1. Makan dan minum dengan sengaja
  2. Muntah dengan sengaja
  3. Gila, mabuk, pingsan atau berubah akalnya
  4. Keluar darah haid atau nifas
  5. Keluar air mani dengan sengaja
  6. Bersetubuh
  7. Murtad atau keluar dari Islam
Hal yang Memperbolehkan untuk tidak berpuasa  
  1. Wanita Haid atau Nifas
    Keluarnya darah haid dan nifas membuat tubuh menjadi lemas, tak berdaya, dll. Begitu juga dengan puasa juga membuat tubuh menjadi lemas, tak berdaya. Sedangkan syara' mementingkan untuk mejaga kesehatan badan. Oleh karena itu bagi wanita yang haid atau nifas tidak diwajibkan puasa ramadhan, dan wajib mengqodho.
  2. Orang yang sedang dalam perjalanan
    Perjalanan yang dimaksud adalah perjalanan jarak jauh yang memperbolehkan seseorang untuk melakukan shalat qasar. Walaupun orang yang melakukan perjalanan tidak merasakan berat jika tetap berpuasa , namun ia tetap boleh untuk membatalkan atau tidak berpuasa, dan tentunya juga harus mengqodho.
  3. Orang sakit, wanita hamil, dan wanita yang sedang menyusui. Mereka diperbolehkan untuk tidak berpuasa dan mengqodho di lain waktu jika memang keadaan yang ada pada mereka membuat berat untuk melakukan puasa. (KH. Asrori Ahmad, Sulam Taufiq, Hal. 87 - 88)

Sunah Puasa
  1. Menyegerakan berbuka
  2. Berbuka dengan sesuatu yang manis (kurma)
  3. Berdoa sewaktu berbuka
  4. Mengakhirkan makan sahur
  5. Memperbanyak iktikaf di masjid
  6. Memberikan makan untuk orang yang berbuka
  7. Memperbanyak sedekah dan membaca Al'Quran
  8. melaksanakan shalat sunnah tarawih dan witir
Hikmah Puasa Ramadhan
  1. Puasa merupakan salah satu cara meraih ketakwaan. Takwa dalam beribadah, giat beramal saleh, membiasakan diri dengan perilaku terpuji, meninggalkan segala perilaku tercela.
  2. Puasa melatih diri untuk bersabar menghadapi segala cobaan. Sabar ada tiga macam: sabar dalam menaati perintah Allah, sabar dalam mengendalikan diri dari berbuat maksiat, dan sabar dalam menghadapi penderitaan.
  3. puasa melatih diri untuk bersikap disiplin.
  4. puasa merupakan belajar mengendalikan diri. Orang yang berpuasa tidak boleh berdusta, berkhianat dan menipu.
  5. puasa membuat jasmani dan rohani menjadi sehat dan kuat. 

 https://paxdhe-mboxdhe.blogspot.co.id/2015/03/materi-kelas-vi-sd-puasa-ramadhan.html

KETENTUAN SHALAT



“Shalat adalah tiang agama. Siapa yang selalu melaksanakan shalat maka ia menguatkan agamanya, siapa yang meninggalkan shalat maka ia meruntuhkan keyakinannya (agama).” (hadis)

“Shalat adalah pembeda antara seorang muslim dengan orang kafir.” (hadis)

Demikianlah dua penjelasan Rasulullah tentang pentingnya shalat.


Syarat wajib (yang diwajibkan salat) adalah :
Muslim
Berakal.
Balig (dewasa).

Syarat sah salat adalah sebagai berikut.
Suci dari haid dan nifas.
Dalam keadaan sadar (tidak tidur).
Menutup aurat
Menghadap kiblat
Dalam waktu shalat


Rukun Shalat
1. Niat (boleh diucapkan dan boleh dalam hati) sesuai dengan salat yang akan dikerjakan.
2. Berdiri tegak bagi yang mampu,
3. Takbiratul ihram dengan membaca Allahu Akbar.
4. Membaca Surah Al Fatihah.
5. Ruku' dengan tuma'ninah (diam sebentar).
6. I’tidal dengan tuma'ninah.
7. Sujud dua kali dengan tuma'ninah.
8. Duduk di antara dua sujud (duduk iftirasy) dengan tuma'ninah.
9. Duduk akhir (duduk tawaruk).
10. Membaca tasyahud akhir.
11. Membaca salawat atas Nabi Muhammad saw. ketika duduk akhir atau duduk tasyahud akhir.
12. Mengucap salam sambil menoleh ke kanan.
13.Tertib atau menertibkan rukun, artinya meletakkan tiap-tiap rukun sesuai urutannya.

Sunah Shalat
Sunah-sunah salat yang perlu kamu ketahui sebagai berikut:

I. Sunah-sunah shalat yang berupa perbuatan (Sunah Fi’liyah)

Sunah-sunah salat yang berupa perbuatan yaitu sebagai berikut.


Mengangkat kedua tangan sampai telinga ketika takbiratul ihram, akan rukuk, dan bangkit dari rukuk.


Meletakkan tangan kanan di atas punggung tangan kiri dan keduanya diletakkan di bawah dada.
Mengarahkan pandangan mata ke tempat sujud.
Diam sebentar sebelum dan sesudah membaca surat Al Fatihah.
Pada saat salat berjamaah hendaknya makmum mendengarkan bacaan imam,
Bersikap lurus waktu rukuk dan sujud.
Meletakkan kedua telapak tangan di lutut ketika rukuk.
Menempelkan atau meletakkan tujuh anggota tubuh saat sujud.
Meletakkan tangan pada tanah ketika bangun dari duduk
Duduk sebentar sesudah sujud pada rakaat pertama dan ketiga, kemudian berdiri sambil meletakkan tangan ke lantai.
Duduk Iftirasy pada saat tasyahud awal.

II. Sunah-sunah shalat yang berupa bacaan (Sunah Qauliyah)
Membaca doa iftitah setelah takbiratul ihram dengan suara berbisik.
Membaca ta'awuz sebelum membaca Al Fatihah.
Membaca amin setelah membaca Al Fatihah.
Membaca surah atau ayat Al Quran setelah Al Fatihah.
Mengeraskan bacaan pada rakaat pertama dan kedua di dalam salat magrib, isya, dan subuh.
Membaca takbir ketika akan rukuk, sujud, dan bangkit dari sujud.
Membaca sami allahhuliman hami-dah ketika bangkit dari rukuk.
Membaca rabbana lakal hamdu mil us samawati wamil ul ardi wamil umasi’ta minsyai in ba’du
Membaca Rabbigfirli warhamni wajburni warfa'ni wazuqni wahdini wa ‘afini wa’fu anni, ketika duduk antara dua sujud.
Membaca salam yang kedua sambil menengok ke kiri sehingga kelihatan pipikiri belakang.




Sunah ab'ad dan sunah hai'at. Sunah ab'ad maksudnya perbuatan sunah yang apabila lupa maka diganti dengan sujud sahwi (sujud karena lupa). Sunah ab'ad (diantaranya):
Membaca tasyahud awal, duduk dalam tasyahud awal.

Hal-hal yang membatalkan salat :
Melakukan banyak gerakan (yang bukan gerakan salat).
Meninggalkan salah satu rukun salat.
Dengan sengaja berkata-kata (yang bukan bacaan salat).
Makan dan minum yang disengaja.
Meninggalkan salah satu syarat sahnya salat, seperti batal wudunya sebab kentut atau yang lain.





http://agamaislamsd.blogspot.co.id/2009/01/materi-ketentuan-shalat.html